Tips Agar Sepeda Tak Mubazir, Perhatikan Tiga Hal Ini Sebelum Membelinya


Membeli sepeda di era pandemik COVID-19 ini memang gampang-gampang susah. Gampang jika sepeda yang kamu inginkan tersedia di pasaran dan susah jika sepeda idaman sedang langka.

Maklum, permintaan terhadap sepeda saat ini sedang melonjak. Sebab hampir semua orang sepertinya ingin menggowes. Akibatnya, selain langka, harga sepeda juga melambung tinggi dari harga nomal.

Karena itu, sebelum membeli sepeda, pastikan kamu mengetahui kebutuhanmu terlebih dahulu. Sebab beda kebutuhan, beda pula jenis sepeda yang kamu perlukan. Dan asal tahu saja, ya, sepeda itu banyak banget jenisnya.

Ada sepeda lipat, sepeda gunung atau MTB, sepeda gravel, sepeda road bike, hingga BMX. Masing-masing sepeda tersebut didesain untuk kebutuhan berbeda. Sehingga jangan sampai salah membeli biar gak mubazir, ya!

1. Selalu lakukan riset terlebih dahulu


Singgih menyarangkan agar sebelum membeli sepeda, sebaiknya kamu melakukan riset dulu. Riset bisa medan dan kontur jalan yang akan sering kamu lalui atau apakah sepeda itu akan sering dibawa touring atua sekedar untuk komuter saja.

Singgih mengatakan dirinya pernah mengalami salah beli sepeda yang ternyata tidak sesuai dengan medan yang dilaluinya. Akibatnya, sepeda tersebut jadi tidak optimal.

“Saya pribadi pun dulu pada saat pertama main sepeda mengalami salah beli. Dipakai ke jalur ini ternyata sepedanya beda. Jadi pokoknya awalnya browsing atau tanya-tanya teman,” katanya.

2. Sesuaikan budget dengan jenis sepeda yang ditarget


Singgih melanjutkan, setelah menemukan jenis sepeda yang sesuai dengan kebutuhan, langkah berikutnya adalah budgeting. Tentukan jumlah uang yang kamu sediakan untuk membeli sepeda dan perlengakapannya jika diperlukan.

Harga sepeda bervariatif. Menurut Singgih, di masa pandemik, kamu harus menyesuaikan budget dengan kondisi pasar saat ini. Sebab harga sepeda belakangan ini melonjak naik, termasuk sepeda lipat. Harga sepeda lipat tingkat standar yang harga biasanya di bawah Rp1 juta kini melebihi nominal tersebut.

“Untuk masa kayak gini udah gak bisa jadi patokan. Karena harga boleh dibilang udah gak terkontrol di pasar. Jadi untuk saat ini, budget bisa dibilang menyesuaikan kali ya,” lanjut Singgih.

3. Merakit dari nol atau membeli sepeda utuh?


Singgih menyebutkan ada dua preferensi yang bisa dipertimbangkan terkait pembelian sepeda. Pertama adalah merakit sepeda dari nol dan membeli sepeda yang sudah jadi atau full bike. Biasanya, untuk pesepeda pemula, disarankan memilih sepeda yang sudah jadi.

"Karena kalau yang baru main dia biasanya lebih cari aman. Beli yang full bike dari toko dengan menyesuaikan budget. Tapi kalau orang-orang yang udah sering main, lebih larinya ke ngerakit sepeda,” sambungnya kemudian.

Sebab mereka yang telah lama bersepeda biasanya sudah tahu spare part mana saja dar sepedanya yang perlu diupgrade. Sehingga ia tahu persis spare part yang dibutuhkan. Sebaliknya, goweser pemula tentu belum mengetahui spare part-spare part yang perlu diupgrade.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Daftar Agen Poker, Agen Judi Online Terpercaya ituDewa

ituDewa, situs Betting Online terpercaya se-Asia, kami menyediakan berbagai macam permainan judi online untuk member-member kami.

ituDewa menyediakan layanan Customer Service 24 jam yang siap melayani member dengan profesional, ramah dan sopan kami siap secara non-stop membantu menangani segala permasalahan member dengan cepat, tepat, dan terbaik.
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar