3 Kontribusi Penting dari Lalat untuk Manusia


Lalat, yang sekalipun kehadirannya sering mengganggu kita, ternyata bukanlah mahluk yang tidak berguna. Bahkan, naturalis Peter Marren menyatakan bahwa lalat ialah serangga yang paling berharga. Tanpa lalat, lingkungan kita akan dipenuhi oleh bangkai, sampah, dan kotoran lainnya. 


Selain itu, lalat juga merupakan salah satu hewan yang digemari oleh para ilmuwan untuk melakukan suatu uji coba. Tiga fakta di bawah ini ialah buktinya.

1.Makhluk pertama di luar angkasa

image

Bukan manusia, melainkan lalat, yang kali pertama berangkat dari Bumi ke luar angkasa. Pada bulan Februari 1947, ilmuwan Amerika meluncurkan sekelompok lalat buah ke luar angkasa sebagai bagian dari penelitian efek radiasi. 

Setelah mencapai ketinggian 67,5 kilometer dari Bumi, Drosophila melanogaster lantas diterjunkan ke tanah d dalam sebuah wadah. Ketika mendarat, para ilmuwan memastikan bahwa lalat masih dalam kondisi kesehatan yang sempurna.

Sampai sekarang, lalat buah masih dikirim ke luar angkasa untuk menjadi model genetik bagi para astronaut, karena lalat buah dan manusia dinilai memiliki beberapa kemiripan secara genetik.

2.Tanpa lalat, tidak ada cokelat

image

Semua cokelat yang kita makan diolah dari biji kakao. Pohon kakao ini memiliki bunga yang kecil dan membutuhkan penyerbuk bertubuh kecil.

Lalat Forcipomyia, yang ukurannya tidak lebih besar dari kepala peniti, sangat berperan dalam penyerbukan bunga itu. Binatang ini pun menjadi satu-satunya makhluk yang dapat masuk dan menyerbuki bunga kakao.

3.Pemenang "Bayangan" Hadiah Nobel

image

Lalat buah telah membantu para ilmuwan memenangkan empat Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran. 

Pada tahun 1933, Thomas Hunt Morgan memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya tentang warisan genetik. Penelitiannya tentang mutasi pada lalat buah mengarah pada teori bahwa gen dibawa pada kromosom dan diturunkan dari generasi ke generasi. 

Hermann J. Muller dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1946 untuk penemuannya tentang sinar-X yang dapat menyebabkan mutasi genetik. Ia menggunakan lalat buah dalam penelitiannya. 

Pada tahun 1995, Edward B. Lewis, Christiane Nüsslein-Volhard, dan Eric F. Wieschaus, memenangkan Hadiah Nobel untuk studi mereka ke dalam kontrol genetik perkembangan embrio awal. Mereka pun menggunakan lalat buah dalam penelitian mereka. 

Pada abad ke-21, Jules A. Hoffman dan Bruce Beutler memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 2011 untuk studi kekebalan. Lagi-lagi, mereka menggunakan lalat buah sebagai dari bagian penelitian. 



Kendati kesal sulit dihindarkan ketika diganggu oleh lalat, ternyata binatang ini menawarkan banyak informasi yang menarik untuk ditelusuri. Tentu saja, jika kita mau cukup bersabar memahaminya

SUMBER : KUMPARAN


Daftar Agen Poker, Agen Judi Online Terpercaya ituDewa

ituDewa, situs Betting Online terpercaya se-Asia, kami menyediakan berbagai macam permainan judi online untuk member-member kami.

ituDewa menyediakan layanan Customer Service 24 jam yang siap melayani member dengan profesional, ramah dan sopan kami siap secara non-stop membantu menangani segala permasalahan member dengan cepat, tepat, dan terbaik 


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar