5 Tradisi Unik Pernikahan di Dunia, Mandi Kotoran hingga Menangis 30 Hari



Pernikahan menjadi salah satu momen yang paling ditunggu dalam setiap siklus kehidupan. Bukan sekadar ikrar kesetiaan antara dua manusia yang berlangsung lewat satu dua patah kata, momen berharga ini menjadi perayaan yang kental dengan balutan tradisi.  


Ada banyak sekali tradisi pernikahan unik di dunia yang masih dilakukan hingga sekarang. Saking uniknya, tradisi pernikahan ini pun dibilang aneh.

Tradisi pernikahan ini hadir karena adanya filosofi khusus yang diyakini secara turun-temurun. Dilansir berbagai sumber, berikut kumparan rangkum lima tradisi unik pernikahan di dunia. 

1. Blackening atau Mandi Kotoran, Skotlandia

Ilustrasi tradisi blackening di Skotlandia

Tradisi ini disebut dengan 'tradisi menghitamkan pengantin'. Calon suami istri melakukannya menjelang dilangsungkannya hari pernikahan. 

Kedua calon pengantin akan disiram lumpur, dilempari sisa makanan, telur busuk, hingga benda-benda lainnya. Lalu, keduanya akan diikat di pohon setelah dilumuri kotoran.

Jika kedua calon pengantin dapat bertahan, mereka berdua dipercaya juga akan mampu melalui rintangan dalam pernikahan kelak.

2. Tradisi Menikah dengan Pohon, India

Ilustrasi memeluk pohon

Selain Skotlandia, India juga punya tradisi yang dibilang cukup nyeleneh jelang pernikahan. Perempuan yang hendak menikah terlebih dahulu harus dinikahkan dengan sebuah pohon pisang.

Konon, sebagian masyarakat India percaya, dengan menikahi pohon dilakukan, calon pengantin wanita terlepas dari segala keburukan dan kutukan.

Setelah 'pernikahan pohon' digelar, barulah si pengantin wanita diperbolehkan benar-benar menikah dengan pria pilihannya. 

Meskipun dilestarikan turun temurun, tradisi ini mendapat kritikan dari sejumlah pihak karena dianggap merendahkan wanita.

3. Tradisi Memukul Telapak Kaki Mempelai Pria, Korea Selatan

Berfoto di Taman Sakura di Korea Selatan

Berikutnya, ada tradisi unik jelang pernikahan yang dilakukan di Korea Selatan. Teman-teman dari calon pengantin pria akan melepaskan sepatu dan mengangkat kedua kakinya untuk dipukul-pukul dengan tongkat kayu atau ikan kering. 

Meskipun cukup sakit, tradisi ini dianggap sebagai kegiatan yang seru karena, sembari kedua kakinya dipukul, calon pengantin pria akan ditanyai beberapa pertanyaan layaknya tengah bermain kuis.

4. Tradisi Menahan Buang Air, Kalimantan

Ilustrasi pernikahan di Kalimantan

Tradisi unik setelah pernikahan ini berlaku bagi masyarakat Tidung, Kalimantan. Menurut tradisi tersebut, pasangan pengantin baru dilarang masuk ke kamar mandi.

Pasangan pengantin tidak diizinkan sama sekali untuk buang air kecil maupun buang air besar selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari itu pula, kedua pengantin akan diberi makanan dan minuman dengan porsi sangat minim.

Apabila aturan ini dilanggar, pengantin akan mendapat musibah seperti perselingkuhan dan sebagainya. Setelahh melewati masa tiga hari, barulah pasangan pengantin diperbolehkan beraktivitas seperti biasa.

5. Menangis Selama 30 Hari, China

Suku Tujia di China

Di sebuah daerah terpencil di China, Suku Tujia memiliki tradisi unik menjelang pernikahan. Suku Tujia merupakan etnis minoritas yang hidup menyebar di beberapa wilayah di China, seperti di Provinsi Hunan, Hubei, Guizhou, hingga Chongqing. 

Pengantin wanita di Tujia harus menangis selama satu jam dalam sehari hingga 30 hari menjelang pernikahannya. Nenek, ibu, hingga saudara lainnya pun harus ikut menangis bersama selama satu jam setiap harinya.

Menangis bukan berarti duka. Hal ini ternyata bertujuan untuk menunjukkan rasa bahagia dan cinta yang mendalam. 


SUMBER : KUMPARAN


Daftar Agen Poker, Agen Judi Online Terpercaya ituDewa

ituDewa, situs Betting Online terpercaya se-Asia, kami menyediakan berbagai macam permainan judi online untuk member-member kami.

ituDewa menyediakan layanan Customer Service 24 jam yang siap melayani member dengan profesional, ramah dan sopan kami siap secara non-stop membantu menangani segala permasalahan member dengan cepat, tepat, dan terbaik
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar